Jumat, 10 Juni 2011

"Analisis unsur struktural dan semiotik dalam puisi “Dengan Puisi Aku” karya Taufik Ismail”.

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Ada tiga bentuk karya sastra,yaitu prosa,puisi dan drama.puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia.Karya-karya sastra lama yang berbentuk puisi adalah mahabrata,Ramayana dari india yang berbentuk puisi atau kava (kakawin) (waluyo.2003:1).puisi adalah karya sastra dipadatkan,dipersingkat dan di beri irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajunatif) walaupun singkat dan padat tetapi berkekuatan karena itu salah satu usaha penyair dalah memilih kata-kata yang memiliki persamaan bunyi (rima). Kata-kata itu memiliki makna yang lebih luas dan lebih banyak (ibid 2003:1).
Karya sastra puisi adalah satu dari sekian banyak karya satra yang cukup menarik untuk di pelajari. Untuk itu perlu di ketahui mengenai struktur dan unsur pembentuk lainnya di antaranya yakni surealitas dalam sajak, seperti adanya representasi (mengubah pikiran menjadi bayangan visual kedalam bahasa) tidaklah cukup hanya dengan menemukan meaning unsur-unsurnya, tetapi harus sampai tataran semiotik, dengan membongkar kode sastra secara struktural atas dasar significance-nya. Misalnya, adanya penyimpangan dari kode bahasa dan makna yang biasa disebut ungramaticalities, yang secara mimetik mendapatkan significance secara semiotik dengan latar belakang karya satra yang di simpanginya.
Pencerahan ia mengajak kita untuk senantiasa bersikap kritis dalam menanggapi dunia sekitar kita atau merangsang pembacanya agar tumbuh kepekaan emosional ketika hakikat manusia dilecehkan.puisi mengingat bentuknya yang lebih padat dan eksprensif .konon paling mewakili kegelisahan emosional konon juga manusia sering kali merasa lebih mudah mengungkapkan kegalauan perasaan dan pikiranya lewat Puisi dari pada ragam sastra yang lain( Mahayana.2005:259)
Puisi yang baik lazimnya menawarkan serangkaian makna kepada pembacanya .untuk menangkap rangkaian makna itu,tentu saja pembaca perlu masuk ke dalamnya dan mencoba memberi penafsiran terhadapnya.langkah dasar yang dapat di lakukan untuk pemahaman itu adalah ikhtiar untuk mencari tahu makna texs.sebagai sebuah teks puisi menyodorkan makna eksplisit dan implisit .makna eksplisit dapat kita tarik dari perwujudan teks sendiri;pilihan katanya,rangkaian sintaksisnya ,dan makna semantisnya, pilihan kata atau diksi menyodrkan kekayaan nuansa makna, rangkaian sintaksis berhubungan dengan maksud yang hendak disampaikan.adapun makna implicit berkaitan dengan interpretasi dan makna yang menyertai di belakang puisi bersangkutan (Mahayana.2005:260).
Dalam sejarah kesusastraan modern,taufiq ismai dikenal sebagai salah seorang tokoh angkatan 66 yang memiliki pengaruh cukup popular dalam masyarakat.popularitas ini tidak mungkin dapat diraih oleh taufiq jika ia tidak memiliki karya puisi dan mempublikasikannya melalui berbagai media massa.baik cetak maupun elektronik .penyair yang mempublikasikan puisi pertamanyadi majalah BANGKIT pada tahun 1954 ini,sampai kini telah menghasilkan ratusan puisi.meski taufiq telah menerbitkan banyak kumpulan puisi dalam perkembangan terakhir ini hanya dua buku antologi puisi yang terkenal secara luas,yaitu titani dan benteng serta serta malu (aku) jadi orang Indonesia (sayuti .2005:7).
Puisi “dengan puisi aku” dalam antologi puisi berjudul tirani dan benteng menarik untuk dianalisis maknanya karena isinya kurang lebih mengungkapkan kecintaan taufiq terhadap puisi .bagi Taufiq, puisi adalah sebuah nyayian dan ia berniat bernyanyi sampai akhir hayat (sayuti.2005:9)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “bagaimanakah unsur struktural dan semiotik dalam puisi “Dengan Puisi Aku” karya Taufik Ismail”.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam analisis ini adalah untuk memahami dan mengetahui struktur kepuitisan dalam puisi “Dengan Puisi Aku” karya Taufik Ismail yang berkaitan dengan diksi, gaya bahasa, citraan, dan saran retorika. Hal ini dilakukan untuk menarik dan memberi pengetahuan apa maksud yang ingin disampaikan oleh sang penulis.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai unsur struktural dan semiotik yang ada pada kumpulan puisi karya Taufik Ismal yang berjudul “Dengan Puisi Aku”.
Secara praktis hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangan terhadap pengajaran apresiasi sastra. Selain itu peneltian ini diharapkan dapat dijadikan perbandingan dalam menganalisis puisi terutama bagi pengapresiasi karya sastra, untuk lebih memahami dan menggali nilai-nilai pendidikan terhadap karya sastra khususnya bagi siswa dan guru bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini juga dapat mengembangkan dan meningkatkan daya kreatifitas bagi pecinta karya sastra.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A. Pengertian Puisi
Menurut Pradopo (2005: 1), puisi dalam pengertian lama adalah karangan terikat, sedangkan puisi dalam pengertian baru yaiitu karangan terikat tetapi oleh hakikatnya sendiri atau lebih berdasarkan pada hakikat puisi bukan sarana kepuitisan. Jadi puisi adalah ucapan atau ekspresi tidak langsung (ucapan ke inti pati masalah peristiwa ataupun narasi).
Dari beberapa pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa puisi adalah pendramaan pengalaman dalam bahasa berirama dalam bentuk tulisan atau lisan yang selalu mengikuti perubahan dan perkembangan zaman sesuai dengan selera dan estetikanya.
Puisi adalah suatu bentuk tulisan yang lahir dari bakat dan kreatifitas sang penulis. Ungkapan isi hati dan perasaan seseorang dapat dilukiskan dalam rangkaian bait-bait kalimat yang indah. Ada banyak tema yang dapat diangkat dalam penulisan puisi seperti cara pandang kita tentang hidup dan kompleksitasny, fenomena yang terjadi disekeliling kita, bagaimana gambaran terhadap apa atau siapa yang kita puja dan tentu saja tema klasik yang tak pernah mati.

B. Pengertian Struktural
Menurut Pradopo (2005: 118), karya sastra merupakan sebuah struktur. Struktur disini dalam arti bahwa karya sastra itu merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem, yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan yang timbale balik, saling menentukan. Jadi, kesatuan unsur-unsur dalam sastra bukan hanya berupa kumpulan atau tumpukan hala-hal atau benda-benda yang terdiri sendiri-sendiri melainkan hal-hal itu saling terikat, saling terikat dan saling bergantungan.
Dalam pengertian struktur ini (Pradopo, 2005: 118), terlihat adanya rangkaian kesatuan yang meliputi tiga ide dasar, yaitu ide kesatuan, ide transformasi, dan ide pengaturan diri sendiri (self-regulation).
Sedangkan strukturalisme itu pada dasarnya merupakan cara berfikir tentang dunia yang terutama berhubungan dengan tanggapan atau deskripsi struktur-struktur. Menurut fikiran strukturalisme, dunia (karya sastra merupakan dunia yang diciptakan pengarang) lebih merupakan susunan hubungan dari pada susunan benda-benda. Oleh karena itu, kodrat tiap unsur dalam struktur itu tidak mempunyai makna dengan sendirinya, melainkan maknanya ditentukan oleh hubungannya dengan semua unsur lainnya yang terkandung dalam struktur itu.
Dalam pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa struktural adalah unsur-unsur dan fungsi dalam struktur dan penguraian bahwa tiap unsur itu mempunyai makna hanya dalam kaitannya dengan unsur-unsur lainnya, bahkan juga berdasarkan tempatnya dalam struktur.

C. Pengertian Semiotik
Menurut Pradopo (2005: 121), semiotik merupakan sistem ketandaan yang berdasarkan atau ditentukan oleh konvensi (perjanjian masyarakat). Lamabang-lambang atau tanda-tanda kebahasaan itu berupa satuan-satuan bunyi yang mempunyai arti konvensional masyarakat.
Teori semiotik tidak terlepas dari kode-kode untuk member makna terhadap tanda yang ada dalam karya sastra. Kode-kode merupakan objek semiotik sebab kode-kode itu merupakan sistem-sistem yang mengatasi dan menguasai pengirim dan penerima tanda atau manusia pada umumnya (Pradopo, 1995: 26).
Teori semiotik memperhatikan segala factor yang ikut memainkan peranan dalam komunikasi, seperti factor pengirim tanda, penerimaan tanda, dan struktur tanda itu sendiri.
Berdasarkan pejelasan diatas diketahui karya sastra itu merupakan struktur bermakna. Hal ini mengingat bahwa karya sastra merupakan sistem tanda yang mempunyai makna yang mempunyai makan yang mempergunakan medium bahasa. Dalam usaha menangkap, member, dan memahami makna yang terkandung didalam karya sastra, pembacalah yang sangat berperan. Karya sastra tidak akan mempunyai makna tanpa ada pembaca yang memberikan makan kepadanya.












BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Definisi Operasional
Semiotik adalah ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda dalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain yang berupa pengalaman, fikiran, perasaan, gagasan, dan alin-lain.
Menurut Pradopo (2005: 121), semiotik merupakan sistem ketandaan yang berdasarkan atau ditentukan oleh konvensi (perjanjian masyarakat). Lambing-lambang atau tanda-tanda kebahasaan itu berupa satuan-satuan bunyi yang mempunyai arti oleh konvensional masyarakat.
Puisi adalah salah satu bentuk tulisan yang lahir dari bakat dan kreativitas sang penulis. Ungkapan isi hati dan perasaan seseoarang dapat dilukiskan dalam rangkaian bait-bait kalimat yang indah. Puisi sebagai salah satu jenis sastra merupakan pernyataan sastra yang paling inti.

B. Sumber Data
Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Dengan Puisi Aku”.

C. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dan pendekatan semiotik. Menurut Semi (1993: 67), pendekatan struktural adalah pendekatan karya sastra yang mengkaji dari aspek yang membangun karya sastra tersebut. Pendekatan semiotik adalah ilmu tentang tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena social/ masyarakat dan kebudayaan itu merupakan tanda-tanda. Semiotik itu mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti.

D. Metode Penelitian
Metode adalah cara yang diatur dalam berfikir baik untuk mencapai sesuatu maksud (Purwadarminta, 1984: 194). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif. Surakhmad (1985: 39), mengatakan bahwa metode deskriptif adalah metode yang membicarakan berbagai kemungkinan untuk memecahkan amsalah yang actual dengan jalan mengumpulkan data, menyusun data, menganalisi data, dan mendeskripsikan data.

E. Teknik Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah teknik yang dilakukan untuk mencari data mengenai hal-hal variable yang berupa catatan, buku-buku, majalah-majalah, surat kabar, dan lain-lain (Arikunto, 1997: 236).
Dokumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi karya Taufik Ismail. Adapun langkah kerja yang dilakukan penulis dalam mengumpulkan data ini adalah sebagai berikut :
a) Menentukan puisi sebagai objek kajian yang akan dianalisis.
b) Mengumpulkan leteratur yang berupa catatan, buku-buku, sumber lain yang mendukung permasalahan yang akan dianalisis.
c) Membaca puisi, buku-buku, dan sumber lain yang mendukung permasalahan tersebut.

2. Teknik Penganalisisan Data
Untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik analisis karya. Analisis karya yakni penelaahan dan penyelidikan yang merupakan pembedahan, pembuatan, mengkaji, menelaah, mengurai karya itu atas unsur-unsur pembentukan tersebut (Nrgiantoro, 1995: 31).



BAB IV
PEMBAHASAN


Didalam karya sastra puisi mempunyai bentuk pengungkapan didalam sajak. Bentuk pengungkapan ini membawa gaya ungkap yang khas, yang membedakan sajak masing-masing penyair ketidaksamaan dalam menampilkan bahasa didalam sajak disebabkan oleh subjektivitas pemahaman atau pemikiran tatkala memaknai objek. Subjektivitas juga yang menyebabkan ide seorang penyair berbeda dengan penyair lainnya meskipun objeknya sama. Subjektivitas juga menyebabkan sikap, ekspresi, emosi serta keputusan spontan seorang penyair terhadap pengalaman, alam, dan kehidupan menjadi mempribadi dan berkembang. Tentu saja perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi sosial, psikologi, dan pengalaman rohani.
Sajak adalah semacam penggunaan bahasa (Teeuw, 1983:1). Didalamnya terkandung unsur kepuitisan dan makna. Pada saat tertentu, aspek kepuitisan ini menjadi menentu, aspek kepuitisan ini menjadi menentukan dan memberi gambaran tentang sejauh mana penyair mempunyai daya cipta yang orisinal, serta akan memberi pengertian pembaca (Pradopo dkk., 1978:35).
Aspek kepuitisan dan makna, baik bagian maupun keseluruhannya berada di dalam pengucapan bahasa sebab karya satra bermediakan bahasa. Sementara itu bahasa itu sebelum menjadi sajak telah mempunyai arti sebagai sistem semiotik tingkat pertama, sedangkan selanjutnya ketika menjadi sajak, bahasa ditingkatkan sistemnya menjadi makna (significance) sebagai semiotik tingkat kedua (Pradopo, KR, 17 Januari 1988).
Dengan begitu sajak menjadi suatu struktur yang kompleks, antara aspek kepuitisan dan aspek makna saling berkaitan (Pradopo,1987:120). Pandangan demikian berangkat dari prinsip strukturalisme, yang memahami dunia sebagai bentuk dari hubungan antarbenda (Hawkes,1978:17). Setiap unsur dari suatu hal tidak memiliki makna sendiri-sendiri, tetapi eksistensinya lebih ditentukan oleh hubungannya dengan semua unsur yang terlibat didalam situasi tersebut ( Hawkws, 1978:17)
Dalam memberi makna sebuah karya sastra harus dimulai dengan menemukan meaning unsur-unsurnya, yaitu kata-katanya, menurut kemampuan bahasanya yang berdasarkan fungsinya bahasa sebagai alat komunikasi tentang gejala didunia luar: mimetic function, tetapi kemudian dia harus meningkat ke tatataran semiotik, di mana kode karya itu harus dibongkar (dekoding) secara struktural, atas dasar significance-nya; penyimpangan dari kode bahasa, dari makna biasa yang disebut Riffaterre ungrammaticalities secara mimetik mendapatkan significance secara semiotik, dengan latar belakang keseluruhan karya sastra yang disimpanginya (Teeuw, 1983:65).
Dengan menggunakan teori Struktural semiotik maka akan dianalisis sebuah karya puisi dengan memakai metode analisis dengan pemaknaan atau arti sebagai berikut.
a) Sajak dianalisis ke dalam unsur-unsurnya dengan memperhatikan saling hubungan antar unsur-unsurnya dengan keseluruhanya.
b) Tiap unsur sajak itu dan keseluruhannya diberi makna sesuai dengan konvensi puisi.
c) Setelah sajak dianalisis ke dalam unsur-unsurnya dilakukan pemaknaannya, sajak dikembalikan kepada makna totalitasnya dalam kerangka semiotik.
d) Untuk pemaknaan itu diperlukan pembacaan semiotik, yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik (Riffarterre, 1978:5-6)

Analisis yang dilakukan pada puisi “dengan puisi aku”mencakup beberapa aspek atau unsur dalam suatu puisi antara lain (1) jenis puisi.(2).bunyi dan rima (3).citraan dan (4).penafsiran puisi.
Disini penulis akan menganalisis karya sastra puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Dengan Puisi Aku” yang menggunakan metode analisis. Metode yang pertama digunakan yaitu menggunakan metode analisis sajak ke dalam unsur-unsur yang berkaitan, dengan memperhatikan dan menghubungkan antara unsur-unsur yang saling berkaitan dengan keseluruhan kata. Disini juga Penulis hanya menganalisis struktur kepuitisan yang berupa diksi, gaya bahasa, citraan, dan sarana retorika. Adapun sajak yang akan dianalisis adalah sebagai berikut :

Dengan puisi aku

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

A. Jenis Puisi
Puisi “dengan puisi aku”karya taufiq ismail ini termasuk dalam jenis puisi diaphan . Hal ini karena pembaca dapat dengan mudah mengerti maksud yang ingin disampaikan taufiq ismail .walaupun menggunakan penggabungan kata-kata yang menyebabkan bahasa kias tetapi pembaca masih dapat dengan mudah menerjemahkan isi dari isi puisi tersebut.berikut penggalan puisi yang menggunakan bahasa kias,tetapi masih dapat di pahami isinya oleh pembaca.

Dengan puisi aku bernyanyi
Dengan puisi aku bercinta
Dengan puisi aku mengenang
Dengan puisi aku menangis

B. Bunyi dan Rima
1. Bunyi
Dalam sebuah puisi bunyi tidak hanya memperindah bacaan puisi bersangkutan tetapi juga dapat menciptakan gambaran dalam angan-angan pembacanya..bunyi juga dapat menciptakan suasana sehingga kesedihan,keterpencilan,kerisauan ,dan suasana-suasana lain yang di harapkan lain dapat dirasakan oleh pembacanya dapat terpenuhi akibat pemilihan bunyi pada puisi bersangkutan (suharianto,2005:22).
Dalam puisi “dengan puisi aku”pembaca diharapkan merasakan bagaimana kecintaan taufiq ismail dalam berpuisi .karena bagi taufiq.puisi adalah sebuah nyanyian .dan ia berniat berniat bernyanyi sampai akhir hayat.karena nyanyian yang indah menyenangkan pendengarnya (sayuti,2005:9)

2. Rima
Rima adalah pengulangan bunyi yang sama dalam puisi yang berguna untuk menambah keindahan suatu puisi.dalam persajakan rima dapat di bedakan menurut: bunyi dan letak dalam baris
a) Rima awal
Dengan puisi aku bernyanyi
……………………………………………………….
Dengan puisi aku bercinta
………………………………………………………..
Dengan puisi aku mengenang
……………………………………………………….
Dengan puisi aku menangis
………………………………………………………
Dengan puisi aku mengutuk
……………………………………………………..
Dengan puisi aku berdoa
………………………………………………………
b) Rima akhir
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

C. Citraan
Citraan merupakan gambaran yang timbul dalam khayal atau angan-angan pembaca puisi atau karya sastra umum .gambaran dalam angan-angan seperti itu sengaja diupayakan oleh penyair agar hal-hal yang semula abstrak menjadi konkret agar menimbulkan suasana khusus dan mengesankan (suharinto,2005:40). Citraan yang biasanya muncul dalam puisi antara lain : citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan,c itraan penciuman, citraan gerak, dan citraan pencecapan
1. Citraan Penglihatan
Citraan ini merupakan citraan saat penglihatan di gugah untuk mencoba merasakan apa yang ingin penyair sampaikan .dalam puisi”dengan puisi,aku” tidak terdapat citraan jenis ini.

2. Citraan Pendengaran
Citran ini merupakan citraan manakala indera pendengarankan digugah untuk merasakan maksud yang ingin disampaikan oleh penyair .dalam puisi”dengan puisi,aku” tidak terdapat citraan jenis ini.
3. Citra Perabaan
Citraan ini merupakan citraan yang bertujuan meenggugah indra peraba sehingga dapat merasakan maksud yang ingin disampaikan penyair .
………………………………………………………………….
Jarum waktu bila kejam mengiris
…………………………………………………………………..

Pembaca diharapkan merasakan seperti teriris ketika mendengar dan membaca baris puisi tersebut

4. Citraan Penciuman
Citraan ini merupakan citraan yang bertujuan menggugah indra penciuman sehingga dapat merasakan maksud yang ingin disampaikan penyair.
……………………………………………………………………
Nafas zaman yang busuk
…………………………………………………………………..


5. Citraan Gerak
Citraan jenis ini merupakan citraan yang menggambarkan gerak,atau menggambarkan sesuatu yang sesungguhnya tidak bergerak.tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak.dalam puisi ”dengan puisi,aku” tidak terdapat citraan jenis ini.

6. Citraan Pencecapan
Citraan ini merupakan citraan saat pencecapan digugah untuk mencoba merasakan apa yang ingin penyair sampaikan.dalam puisi karya taufiq ismail tidak terdapat citraan jenis ini.


D. Penafsiran Puisi
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti

Puisi ini adalah ungakapan seorang tauiq ismail ,puisi adalah sebuah nyanyian dan ia berniat bernyanyi sampai akhir hayatnya .karena nyanyian yang indah dapat menyenangkan pendengarnya .

Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala

Puisi ini adalah cinta yang luas maknanya karena cinta itu universal dan bisa disampaikan melaui puisi .

Dengan puisi aku mengenang
Keabadian yang akan datang

Puisi adalah bagian dari keimanan aku mengenang artinya mengingat sang pencipta untuk keabadian yang akan datang ,untuk mengingatkan diri agar tak lekang mengenang hari akhir yang abadi.
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris

Puisi juga media untuk menatap menangis bila kesedihan tak tertahankan yang diakibatkan diiris oleh waktu .ketika waktu itu terlewati dengan hal-hal yang tidak bermanfaat tentunya kita akan menyesal bagai teriris pisau.

Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk

Puisi adalah cara mengencam kezaliman ,penindasan,dan kesewenang-wenangan yang terasa buruk dan busuk .sekaligus sebagai saksi dari berbagai peristiwa sejarah

Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

Puisi adalah cara berdoa ,cara mengingat serta mendekatkan diri dengan sepenuh hati kepada tuhan yang maha pencipta .



BAB V
PENUTUP


A. Kesimpulan
Analisis yang dilakukan pada puisi”dengan puisi,aku” mencakup beberapa aspek atau unsur dalam suatu puisi antara lain (1) jenis puisi.(2).bunyi dan rima (3).citraan dan (4).penafsiran puisi.jenis puisi pada puisi “dengan puisi.aku” karya taufiq ismail ini berjenis puisi diaphan karena kata-katakias pada isi puisi mudah di pahami oleh pembacanya . Bunyi dan rima puisi”dengan puisi,aku” terdapat pada penempatan rima yang khas, seperti terdapat rima awal dan rima akhir .citraan yang digunakan dalam puisi “dengan puisi,aku” hanya dua citraan yaitu penciuman dan citraan perabaan . penafsiran puisi “dengan puisi,aku” adalah sepenuhnya bagaimana kita sebagai pembaca puisi dapat memanfaatkan media puisi sebagai media yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan disekitar kita.



DAFTAR PUSTAKA


Pradopo, Rachmat Djoko.2009.Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapanya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Wachid, Abdul.2010.Analisis Struktural Semiotik.Yogyakarta: Cinta Buku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar